Maret 8, 2008...11:11 pm

Fenomena Mata Jelalatan

Lompat ke Komentar

Sebagai manusia normal senang dengan keindahan. Laki-laki, perempuan, tua, muda semua yang namanya manusia dengan kodratnya pastilah menyukai keindahan. Entah itu keindahan alam, benda, lawan jenis atau apapun bentuk objeknya. Yang pasti “Indah” itu memang cantik.

Seperti kejadian tadi pada saat jalan menuju Rumah terjadi fenomena mata jelalatan akibat dari keindahan atau kecantikan. Siapa pelakunya? pelakunya adalah siapa lagi kalau bukan kaum kita, maksudnya laki-laki. Siapa objeknya? ya kaum yang memiliki keindahan itu sendiri. Itu adalah Wanita.

Ceritanya abis minjem Master CD VB6 Enterprise di wahana saat jalan pulang berpapasan cewek dari arah yang berlawan tepat saat berada di /4 jalan.

Ok..! barangkali saya dengan orang lain tidak sama dalam hal menilai sesuatu. Misalnya dalam hal ini menilai cantik tidaknya seorang wanita.

Pernah saya mengatakan kepada teman saya bahwa si A itu cantik. Menurut saya sih memang gitu adanya. Lantas pada saat si A tadi dilihat oleh teman saya ternyata gak cantik. Menurut teman saya tadi si A itu memang gak menarik dan gak cantik. Saya sempat berpikir ulang dengan penilaian teman saya ini, apa dia salah liat atau memang matanya gak udah gak bisa bedakan antara cewek cantik dan yang gak cantik.

Baiklah itu tadi tentang perbedaan pendapat dalam penilaian. Saya sih mencoba memahami bagaimana orang lain menilai. Kita sadari bahwa setiap kita memang tidak selalu sama dalam memandang sesuatu. Analoginya mungkin seperti kita melihat sebuah tongkat. Bisa saja teman saya melihat bahwa tongkat itu bentuknya bulat atau kotak kalau melihatnya dari ujung tongkat. Saya pun bisa mengatakan bahwa tongkat itu bentuk panjang karena saya melihat dari sudut pandang yang berbeda. Mana yang benar panjang atau bulat?

Kembali pada cewek bernilai B+ tadi yang pada akhirnya berjalan menuju arah yang sama seperti saya dan dia berada didepan saya. Dengan suasana jalanan yang ramai dari arah saya maupun dari arah yang berlawanan.

Faktanya tentang penilaian yang saya berikan pada cewek ini dengan nilai B+ kayaknya bukan saya saja yang menilai seperti ini. Barangkali dari sudut pandang manapun memang terlihat B+. Kenapa saya berkata seperti ini? apa alasannya?

Begini… dari sekian banyak kaum kita yaitu Laki2 dari arah yang berlawanan setiap berpapasan dengan cewek bernilai B+ ini yang masih berada didepan saya (karena sebentar lagi dia belok kanan beda dengan jalur pulang saya) pasti melihat dengan tatapan sampai menghilang.

Maksudnya gini…

Melihatnya dari saat dia menyadari bahwa didepan hidung matanya ada cewek cantik, cara melihatnya adalah lehernya sampai melintir hampir 180 derajad. Bisa dibayangiinkan kejadian seperti ini. Ini kejadian yang sering terjadi kok. pasti mudah membuat imajinernya. Ironisnya kebanyakan dari mereka rata2 udah membonceng cewek dimotornya. Berartikan nilai B+ yang saya berikan bukan sesutu yang relatif tapi hampir pada setiap orang yang melihat. Bagaimana ada pendapat lain.

Dan ternyata ya… saat teman saya menunjukan salah satu foto cewek yang dia bilang sangat cantik ternyata…? aduh.. gak bisa membuat saya antusias. Padahal penilaianya sangat tinggi.. ternyata cantik itu memang relatif.

& Komentar


Tinggalkan Balasan